Rp3,5 Miliar untuk 19.493 Lampu Hias — Anomali Pengadaan Masjid Agung Bungku Tengah | MorowaliWatch
29 Agustus 2026 · Ifan Bente
Sebuah paket tender senilai hampir Rp3,5 miliar untuk pemasangan lampu hias di Masjid Agung Kecamatan Bungku Tengah menarik perhatian tim MorowaliWatch. Bukan karena nilainya semata, tapi karena kombinasi volume pekerjaan, pola penawaran, dan riwayat anggaran bangunan ini yang tidak lazim untuk kategori barang sesederhana lampu dekoratif.
Data Paket
| Nama Paket | Pemasangan Lampu Hias Masjid Agung Kec. Bungku Tengah |
| Kode RUP | 64711817 |
| Satuan Kerja | Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Kab. Morowali |
| Jenis Pengadaan | Barang |
| Tahun Anggaran | 2026 |
| Pagu | Rp 3.499.968.150 |
| HPS | Rp 3.493.329.153,80 |
| Volume Pekerjaan | 19.493 Unit |
| Spesifikasi | All In 1 Decoratif Lampu Hias, 10 Watt (berlabel "[Update]") |
| Pemenang | PT Anugrah Rizky Ananda — Jakarta Timur, DKI Jakarta |
| Harga Penawaran / Terkoreksi | Rp 3.441.428.320,92 |
| Harga Negosiasi | Tidak tercatat |
1. Penawaran nyaris menempel harga langit-langit
Harga pemenang hanya terpaut 1,49% dari HPS dan 1,67% dari pagu. Tidak ada catatan proses negosiasi harga. Pola "menempel HPS tanpa negosiasi" adalah salah satu indikator klasik minimnya kompetisi riil dalam sebuah tender — baik karena peserta tunggal efektif, maupun karena harga sudah "diatur" sejak awal.
2. Harga satuan: perlu RAB resmi untuk memastikan kewajarannya
Dari total penawaran dibagi volume pekerjaan:
Rp 3.441.428.320,92 ÷ 19.493 unit ≈ Rp 176.547 per unit
Angka ini tidak bisa langsung dibandingkan dengan harga bohlam LED polos di Katalog Elektronik LKPP (sekitar Rp 57.942/unit), karena item dalam tender ini berlabel "All In 1 Decoratif Lampu Hias" — mencakup fixture dekoratif, pengkabelan, dan ongkos pemasangan di ketinggian (fasad, kubah, menara). Berdasarkan referensi jasa pasang lampu hias di pasaran, ongkos instalasi saja untuk kategori lampu hias biasa berada di kisaran Rp150 ribu–Rp350 ribu per titik, di luar harga fixture dan kabel. Dengan demikian, Rp176.547/unit berada dalam rentang yang masuk akal untuk pekerjaan jenis ini, dan bukan alat bukti yang berdiri sendiri sebagai indikasi mark-up.
Yang tetap perlu dibuka ke publik adalah rincian resminya: berapa porsi harga untuk fixture, berapa untuk kabel/infrastruktur kontrol, dan berapa untuk jasa pasang — sehingga kewajarannya bisa diuji berdasarkan RAB, bukan estimasi pasar umum.
3. Volume 19.493 unit — masuk akal secara fisik?
Sembilan belas ribu lebih titik lampu hias untuk satu bangunan masjid tingkat kecamatan adalah angka yang sangat besar. Ini bukan otomatis tanda kecurangan, tapi menimbulkan pertanyaan dasar: apakah volume ini benar-benar sesuai dengan luas fasad, kubah, dan menara masjid yang bersangkutan, atau apakah ada penggelembungan volume untuk menghabiskan pagu anggaran yang sudah ditetapkan?
4. Spesifikasi berstatus "[Update]"
Data mencatat spesifikasi pekerjaan dengan tanda "[Update] 10 Watt" — menunjukkan adanya revisi spesifikasi pada suatu titik dalam proses. Perubahan spesifikasi di tengah jalan bukan hal ilegal, tapi dalam banyak kasus pengadaan barang/jasa, pola ini juga dipakai untuk menyesuaikan syarat teknis agar mengarah ke penyedia tertentu. Titik ini layak ditelusuri lewat dokumen adendum/perubahan spesifikasi resmi.
5. Pemenang dari luar daerah untuk pekerjaan fisik lokal
PT Anugrah Rizky Ananda beralamat di Jl. Bekasi Timur Raya, Jakarta Timur — bukan perusahaan lokal Morowali maupun Sulawesi Tengah. Ini menambah daftar temuan MorowaliWatch sebelumnya soal pola kebocoran belanja daerah ke perusahaan luar wilayah untuk pekerjaan yang sifatnya sangat lokal (pemasangan fisik di lokasi).
6. Bagian dari beban anggaran yang terus membesar di satu bangunan
Proyek lampu hias ini tidak berdiri sendiri. MorowaliWatch sebelumnya telah mendokumentasikan eskalasi anggaran renovasi Masjid Agung Morowali sepanjang 2023–2026 yang totalnya mencapai sekitar Rp47,1 miliar. Paket senilai Rp3,5 miliar ini menambah lapisan baru pada pola belanja besar yang terus berulang pada satu bangunan yang sama.
Yang Perlu Diklarifikasi
MorowaliWatch mendorong keterbukaan dan bukan menuduh adanya pelanggaran. Beberapa hal berikut layak mendapat klarifikasi resmi dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kab. Morowali selaku satuan kerja penanggung jawab:
- Rincian RAB di balik harga satuan ±Rp176 ribu per unit lampu hias 10 Watt — porsi fixture, kabel/infrastruktur, dan jasa pasang.
- Dasar perhitungan volume 19.493 unit — termasuk gambar kerja/site plan pemasangan.
- Riwayat perubahan spesifikasi ("[Update]") dan alasan revisinya.
- Jumlah peserta tender yang benar-benar memasukkan penawaran, mengingat tidak adanya proses negosiasi harga yang tercatat.
Data ini bersumber dari sistem pengadaan elektronik resmi (SPSE/INAPROC) dan bersifat terbuka untuk publik. MorowaliWatch akan memperbarui laporan ini jika ada klarifikasi resmi atau dokumen tambahan dari pihak terkait.
Laporan ini bagian dari inisiatif transparansi anggaran MorowaliWatch. Cek spesifikasi detail kode RUP 64711817 di morowaliwatch.com.
Tag: anomali, pengadaan, transparansi